for you son   Leave a comment


Yang tersayang anakku…
Selamat mengayunkan langkah dalam kehidupan ini, hadirmu sejuta arti. Bapak ibu mengiringmu dengan doa. Bukan dengan duka atau nestapa. Yang terangkai ini adalah harapan dengan keyakinanyang sudah menjadi bagian hidup dari ayah bunda, sayang. Yakni, keyakinan akan tumbuh kembangmu dari benih kasih sayang orang tua. Ingatlah, setiap jejak kakimu senantiasa musti kau sadari bahwa segalanya demi hari depanmu. Bukan demi masa sepan bapak ibu, meski terang sudah teruntuk pula kebahagiaan hidup kami, orang tuamu.
Yang terkasih….
Tertawa, gembira sebetulnya bukanlah tujuan hidup karena hal itu, juga suka, bahkan airmata bisa sebagai tipu muslihat mimik wajah kita saja. Apalah artinya semuai itu tanpa sesuatu yang sejati? Kebahagiaan yang sejatilah yang menjadi idaman setiap orang-juga bapak ibu, dan tentu engkau juga bukan? Karena itulah resapilah selalu nasihat-nasihat bapak-ibu perihal pentingnya menempuh jalan kebahagiaan, baik lahiriah maupun bathiniah. Pahamilah detail ranting-rantingnya jalan menuju itu sekalipun kecil, sayang. Sebagaimana engkau bersujud musti mengawali dengan doa untuk doa selanjutnya, membasuh ujung jemari untuk membersihkan keseluruhan diri.
Anakku….
Demikian pula ajaran tentang kebahagiaan, karena bila itu engkau resapi dan tempuh, dimanapun engkau berada kelak, dalam suasana gelap maupun terang, tetaplah dalam pangkuan Tuhan Yang Maha Kuasa dan jiwa bapak-ibu yang girang gembira. Bapak-ibu ingin berpesan, hendaknya bersukacitalah, bergembiralah, tertawalah yang didasari kebahagiaan sejati, dan jangan oleh karena beban hidupmu menyongsong masa depan yang menuntutmu menyunggingkan senyum. Kuasai dirimu, sayangku, dan tempuh segala jalan kebahagiaan dengan ikhlas.
Buah hatiku….
Sejujurnya dalam hal keikhlasan menempuh jalan kebahagiaan itu banyak orang yang cemburu padamu. Sudah barang tentu bapak-ibu. Karena engkaulah yang masih terbuka lebar menggali potensi diri. Memberdayakan suasana batin, juga memberdayakan daya nalar dan pancainderamu.
Ananda…
Kau perlu tahu bahwa semakin manusia bertambah umur, kemampuan merespon peluang-peluang itu menyusut. Kecuali pada masa kanak-kanak dan remajanya dikembangkan dengan sungguh instingnya, niscaya akan lebih kaya ilmu, berwarna. Inilah tujuan kebahagiaan sejati, anakku. Karena itu, percayalah, demi itu semua, jaganlah ragu untuk bermain. Bersukacitalah, bergembiralah, bermainlah dengan daya ledakmu pikiran, emosi, dan hatimu. Tanpa muslihat disana. Nikmatilah…
Engkau belahan jiwaku….
Di ruang yang terpisah seperti ini, engkau tak boleh meragukan nasihat bapak-ibu. Bahwa sepanjang bapak-ibu masih hidup dan bahkan hingga di kehidupan berikutnya, kami yakin senantiasa bahagia menikmati kebahagiaanmu.
Sayangku…
Bagi kami, tak ada hal yang paling terhormatdan mulia selain segalanya demi putera-puteri tercintanya, sekalipun itu Cuma berdoa lantaran engkau ditempat berbeda, hatinya berbeda, dan darah dagingnya menjadi berbeda.rindu sudah barang tentu. Pada musik yang mengalir dari jari jemarimu yang lembut bagai irama cemara. Juga pada gemericik air keran saat engkau rajin mengambilnya untuk mengetuk pintu dan bertamu pada Yang Mahasuci. Dengan Penuh Cinta

di kopi bulat – bulat dari arsyydila

Posted September 27, 2011 by fabiantactlest in seru2an, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: