kasih ibu   Leave a comment


contributed n  note by dedi darmadi

 

CINTA SEORANG IBU

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya.Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk,yaitu suka mencuri,menjudi,mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu selalu menangis meratapi nasibnya yang malang.Namun begitu pun ibu tua itu selalu berdoa pada Tuhan,’Tuhan tolong kau sadarkan anak ku yang kusayangi,supaya dia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi.Aku sudah tua dan aku ingin meyaksikan dia bertoubat,sebelum aku mati”.

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya.Sudah sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukanya.

Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa.Namun malang nasibnya akhirnya ia tetangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat.Kemudian ia dibawa kehadapan raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan dikerajaan tersebut.Setelah di timbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman pancung.Pengumuman hukuman itu disebarkan keseluruh penjuru desa.Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya didepan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai juga ketelinga sang Ibu.Dia menangis meratapi anak yang sangat dikasihinya.Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan “Tuhan,ampunilah anak hamba.Biarlah hambaMU yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahanya.Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya di bebaskan,tapi keputusan sudah bulat,Si anak harus tetap menjalani hukuman.Dengan hati hancur si Ibu kembali kerumah.Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni.Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan,rakyat berbondong-bondong untuk melihat hukuman pancung tersebut.Sang algojo sudah siap dengan pancungnya,dan sianak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya.Terbayang dimatanya wajah ibunya yang sudah tua,tanpa terasa dia menangis dan menyesali perbuatanya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba.Sampai waktu yang ditentukan,lonceng gereja belum juga berdentang.Suasna mulai berisik.Sudah lima menit lewat dari waktunya.Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan lonceng gereja.Dia juga mengakku heran ,karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi,suara dentangnya tidak ada.

Ketika mereka sedang terheran-heran tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah..,darah tersebut datangnya dari atas,berasal dari tempat diamana lonceng diikat.Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik keatas menyelidiki sumber darah tersebut.Tahuka anda apa yang terjadi?Ternyata dalam lonceng yang besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah.Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi,sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.

Seluruh orang menyaksikan kejadian itu terunduk dan meneteskan air mata.Sementara sianak meraung-raung memeluk tubuh Ibunya yang sudah diturunkan.Dia meyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.Ternyata malam sebelumnya si Ibu dengan susah paya manjat keatas dan mengikat dirinya dilonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pncung anaknya.

Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu kepada anaknya,betapapun jahatnya sianak.Marilah kita mengasihi orang tua kita masing-masing,selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini.Amin.

Sesuatu untuk dijadikan renungan untuk kita agar selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

Posted September 25, 2011 by fabiantactlest in seru2an, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: