Suatu hari di masa itu   Leave a comment


dua orang muda kakak beradik yang tinggal di jakarta alif dan ba,yang berharap kehidupan mereka berubah di jakarta di dalam perjalanannya sekitar 7 tahun yang lalu tepatnya di daerah jakarta-timur

keseharian mereka berdua yang sangat menyukai banyolan serta canda tawa , dimana mereka berdua hidup dalam sebuah kamar sewaan yang ber ukuran 4×3 meter dimana sewa kamarnya pun Rp.550.ooo perbulannya, saat  itu sang kakak alif bekerja sebagai pengajar dimana beliau harus menghidupi dirinya dan adiknya ba yang masih duduk dibangku sekolah,dimana gaji alif  disaat mengajar hanya Rp.200.ooo setiap bulannya,gaji tersebut tidak lah cukup untuk membayar sewa kamar apa lagi untuk makan,jika dilihat kondisi mereka saat itu memang sangat miris terlihat.

jika dipikir secara logika dengan gaji sang kakak yang minim tak akan cukup, tapi karena mereka selalu bersyukur,segala sesuatunya tercukupi ada saja rezeki yang mereka dapatkan ,dimana kaka beradik ini multi talent dari jadi tukang kebun,tukang kecap,sampai bejualan sebagai kaki delapan,sampai mencari sampingan-sampingan yang lain yang jelas HALAL

disuatu hari di masa itu ketika sang kakak alif  sedang mencari pekerjaan yang lain , ia berharap ada perubahan yang akan terjadi dengannya dan harapannya sedikit membuka jalan ,ia mendapat interview job di mall daerah jakarta barat

berdandan rapi berjas dan berdasi dengan di temani sang adik , alif melangkahkan kakinya menuju TKP dengan membawa uang Rp 12.000, sesampainya di TKP ,  setelah lama menunggu dan hanya disuguhkan sebotol teh untuk mereka ber dua ,akhirnya mereka bertemu dengan seorang wanita  singapure dimana sang kakak di tawarkan sebuah pekerjaan bla bla bla bla bla bla bla…3 jam berlalu sambil mengakhiri kegiatan ,dan jam menunjukan pukul 18.00 waktu setempat dan mereka berdua pun berpamitan dengan wanita tersebut,sepulangnya dari TKP sang kakak merogoh kantong yang ternyata menyisakan uang Rp 7000 .

kakak : ”  De tadi kita sudah makan kah , perut terasa perih nih uangnya tinggal Rp 7000

Adik :” Kita naik angkot berapa memang

Kakak:” kalo dari sini naik dua kali uangnya ga cukup

Adik : ” Begini aja buat ganjel perut beli singkong goreng 1 biji sama aqua gelas 1,terus kita jalan kaki sampe terminal

Kakak :” oh iya sudah kita ganjel perut dulu

dengan pakaian rapi berjas layaknya orang kantoran mereka berdua berjalan kaki hingga terminal angkutan umum yang jaraknya 5 kilometer

dengan wajah yang penuh peluh dan perut yang agak keroncongan alif dan ba berjalan menyusuri padatnya menuju terminal,..ditengah perjalanan sang kakak berkata ” ini perjuangan kita de jangan sampe kamu menyerah di jalan ” tak lama kemudian sang adik melihat secarik kertas berwarna kusam dan dipungutnya ternyata Ba menemukan uang Rp 5000 , dan tersenyum sesampainya mereka di terminal langsung mereka menaiki bus tujuan kampoeng ramboetan , didalam bus mereka pun tertidur.

sesampainya di terminal kampoeng ramboetan mereka melanjutkan perjalanan kaki mereka ke tempat mereka tinggal yang jaraknya kurang lebih 4 kilometer.

didalam perjalanan kakinya sang adik mengeluh ” ka laper euy..makan apa ya ada nemu duit neh goceng

sang kakak menjawab kita makan sate padang aja dekat kosan 1 porsi bagi dua

lalu mereka mempercepat langkahnya , sesampainya di persinggahan ibu penyewa kamar mendatangi mereka menagih bayaran bulan ini,sang adik hanya bilang sepertinya agak telat membayarnya,sang ibu penyewa kamar dengan indahnya mengeluarkan kata-kata indah yang menusuk hati,sang adik hanya menelan ludah seperti gumpalan yang menyentak lehernya lalu ia tersenyum sambil meng iya kan perkataan sang ibu kos,sesampainya alif dirumah membawa bungkusan berisikan sate padang yang di bagi dua ,serta air putih  belum matang yang di ambilnya dari keran mushala , alif berkata seperti biasa minum air zam zam dari mushala😀 ,kita makan dulu ya,

setelah menghabiskan makanan yang ada, ba berbicara dengan alif , ” tadi ibu kos nagih bulan ini aku bilang agak telat , ibunya malah nyanyi sampe aku dengernya kaya kodok manggil hujan,sambil berkaca-kaca mata sang adik,.mereka mempunyai kebiasaan mengumpulkan uang receh dari Rp 100 –  Rp 500 yang ditaruh di dalam botol air mineral bekas minum, hitung-hitung bongkar celengan botol ternyata jumlah receh yang terkumpul Rp 700.000 dimana mereka langsung membayarkan uang sewa mereka ke ibu kos yang telah menghina mereka,

tok tok tok ” pintu diketo

assalamualaikum , sampurasun ” alif

wa’alaikumsalam ,rampes silahkan masuk lif  ” ibu kos

ini bu saya mau bayar sewa bulan ini tapi nohon maaf sebelumnya tadi ibu bicara apa dengan adik saya ” alif

ya saya hina memang ,..memang kenapa saya yang punya rumah kamu mau apa ga terima ” ibu kos

oh nda apa apa bu,cuma jangan terlalu juga mohon mengerti keadaan saya berdua ” alif

jadi kamu mau apa kesini jadi bayar sewa ga apa mau nunggak

lebih baik kalian pergi dari sini tinggal dikolong jembatan sana kalau ga punya uang ” ibu kos

dengan senyum🙂 alif berkata saya bayar lunas bu tenang aja ,..ini saya bayar saya sudah hitung tapi kalau ibu ga percaya ya dihitung lagi

sambil dikeluarkannya 2 buah plastik besar yang beratnya kurang lebih 4 kilo yang berisikan uang receh

sang ibu kaget melihatnya,” apa ini ” kata ibu, ini uang tabungan saya bu ” alif

karena melihat uang receh yang begitu banyak sang ibu kos mungkin terhenyut hatinya dan mengambil uang receh tersebut sambil meminta maaf kepada alif

7 tahun berlalu alif mendapatkan pekerjaan yang pas mengajar di tempat yang bersahabat sekaligus menjadi DAI ,dan adiknya yang memulai karirnya didunia technolgy dan tinggal di negeri matahari untuk beberapa saat

note : Hidup tidak pernah Ajarkan Diri untuk Larut dalam Kesedihan ataupun Kebahagiaan, karena Hidup dan Kehidupan SejatiNYA adalah sebuah alat untuk mengenalkan Kebersyukuran dan Kebermanfaatan diri pada semesta. Caramu memandang, Caramu membaca, caramu mendengarkan, Caramu merasakan haruslah ALLAH SWT dalam Kesucian Sujudmu bukan Pamrihmu. alif

Perjalanan menjadi kenangan dan kenangan menjadi pengalaman.ada masanya kita menjadi keset kaki,jd pelindung dengkul,menjadi pelindung sikut,hingga menjadi pelindung kepala dan kembali lagi,layak roda sepeda yg berputar “mau jadi apa nanti atau nanti jadi apa”,kosong isi kosong isi,biarkan masa depan menjadi misteri seperti adanya,dan biarlah yg berlalu menjadi history supaya ada cerita untuk anak cucu . ba

bersyukurlah maka kamu akan mendapatkan nikmat dari penciptamu

 

demikian cerita ini berakhir apa adanya adapun kesamaan cerita dan tokoh hanya kebetulan semata karena ini ceritaku apa ceritamu

silahkan klik disini

Posted Juli 11, 2011 by fabiantactlest in seru2an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: