kami semua sama   Leave a comment


Saya sedikit bercerita tentang pengalaman saya,dimana perbedaan antara si miskin dan si kaya,si besar dan si kecil
Jembatan yang membedakaanya hanyalah sebuah penghidupan , terkadang jika seseorang yang akan menjadi besar dalam artian mau naik pangkat dengan cara menjilat mungkin dengan berbagai cara “menjilat dijilat atau apalah bahasa kerennya” biasanya cenderung diktaktor alias semena mena, dalam menjalani tugas cenderung gerasah gerusuh ” mending bener kerjanya” jujur saya sedikit gondok dengan perubahan satu sikap yang tadinya biasa menjadi kasar , saya pernah bekerja di sebuah mall dimana pada tempat ibadah disana sangat memprihatinkan,bahwa tempat ibadah itu di bagi-bagi khusus custumer yg berduit dan karyawan/jongos. Perbedaan yg sangat signifikan dimana pada saat ada seorang karyawan yg sedang buru-buru untuk melakukan salat di tegur oleh petugas yg menjaga,klo tempat solat karyawan disana ini khusus customer , saya sangat kesal sekali ketika saya melihat sebuah mushola khusus customer dengan karyawan bedanya mungkin antara bumi dan langit (lebay.com) ,mushola customer ber alaskan permadani dan untuk karyawan hanya ber alaskan tikar yang ber ukuran 6×5 meter saja perbedaan yang sangat miris bagi saya ketika melihat seperti itu

Posted Maret 26, 2011 by fabiantactlest in seru2an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: